pasti pernah kan ngeliat mbak-mbak hamil kakinya suka bengkak sebelah aja?! pasti pada heran kan kok bisa yah begitu?? tapi tapi, kok nenek-nenek sama kakek-kakek ada yang kayak itu juga yah?? kok? kok?
iya
kaki yang bengkak satu sisi itu namanya Trombosis Vena Dalam a.k.a Deep Vein Thrombosis
nah
keadaan ini terjadi karena adanya imobilitas pada mbak-mbak hamil, nenek, & kakek yang mengakibatkan aliran darah jadi tidak lancar
tp tenang aja kok
insyaallah semua ada jalan
*hehe.. ustadz-ustadz mode on!!
a. Definisi
Obstruksi pada vena oleh bekuan darah tanpa didahului oleh reaksi inflamasi pada dinding vena akibat adanya gangguan actor koagulan
b. Lokasi terjadinya
• DVT proksimal: proximal dari vena sentral
• DVT distal: iliaka, femoral, popliteal
c. Kondisi yang berhubungandengan DVT / etiologi:
• Operasi, x: umum, ortopedi
• Neoplasma
• Trauma/fraktur
• Imobilisasi, x: pasien CHF & lumpuh
• Kontrasepsi oral
• Estrogen, x: kontrasepsi & HRT
• Hamil
• Hiperkoagulatif faktor
• Venulitis
• Sepsis
• Obesitas
• Pernah DVT
• Artroskopi: inspeksi kavitas sendi melaui tindak operasi untuk tujuan biopsy
d. Faktor resiko:
pengguna indwelling vena central catether
e. Manifestasi klinis
Anamnesis:
• Kaki bengkak & nyeri
• RPD & RPK: pernah terdapat DVT atau thrombosis
• faktor resiko
Fisik:
• Edema tungkai unilateral: iliaka, femoral, popliteal. Banyak di lower extrimity
• Eritema
• Warmth/hangat
• cord/ tonjolan
• peningkatan turgor jaringan
• Distensi vena superfisial
• Vena kolateral
• Tanda houman (+): nyeri & peningkatan resistensi ketika kaki yang edema dorsofleksi
• Kulit:
Phlegmasia cerculea dolens: sianotik/ biru2
Phlegmasia alba dolens: pallor di tunkai yang bengkak
Laboratorium:
• peningkatan D-dimer
• antitrombin
Tambahan:
Noninvasif
• Duplex Venous USG:
Untuk: mengetahui adanya vena kolaps dan kompresi vena
Negative pada wanita hamil pada daerah pelvis, iliaka, & v. cava
Lebih sensitif & spesifik pada DVT proximal
• USG Dppler:
Untuk: mengetahui kecepatan aliran darah
aliran darah menurun pada kondisi: gangguan respirasi & kompresi vena
Lebih sensitif & spesifik pada DVT proximal
• MRI:
Untuk: mengetahui thrombosis pada vena cava & vena pelvis
Untuk wanita hamil
Invasif
• Venografi/ phlebografi
Untuk: mengetahui defek atau tidak adaknya blood filling di vena tersebut
Pada DVT: betis, paha, ileofemoral
Kerugian: pasang kateter → syok, injeksi kontaras/ yodium→ alergi
f. Dd
• Ruptur otot
• Kista popliteal yang ruptur
• Trauma
• Hemoragi
• Limfedema
Identifikasi masalah
1. Edema kaki dan nyeri
2. anti-trombin menurun
Prioritas masalah
1. penurunan anti-trombin
Karena pada DVT , penurunan anti-trombin → emboli paru → gangguan perfusi O2-darah-jaringan→ hipoxia→ iskemik→ nekrosis bahkan kematian
2. Edema kaki+nyeri
Karena tergantung etiologinya berbeda-beda dan organ-organ yang terlibat seperti jantung (CHF), renal (sindroma nefrotik), hati(HCC), pembuluh darah (emboli+trombosis), & wucheria bancrofti. Beda etiologi berakibat beda dampak + tatalaksana
Analisis & sintesis
1. anti-trombinmenurun
a. etiologi:
- gangguan faktor koagulasi:
kongenital
• hemofiliaA
• hemophilia B
• vWD disease: < factor VIII→ anti-trombin
didapat
• defisiensi vit.K
vit. K adalah kofaktor karboxilasi untuk residu protein rotrombin kompleks. Sehingga def vit.K → gangguan produksi factor II, VII, IX, X → anti-trombinmenurun
• penyakit Hati
menyebabkan penurunan seluruh faktor kecuali factor IIIV (kan vWD gtu!!) → anti-trombinpenurunan → peningkatan PT, (n)/ peningkatan PTT
- gangguan trombotik:
• thrombosis (dvt, superficial thrombosis vein, dll)
• hiperkoagulasi
antitrombin (n) namun pada penyakit ini lebih cenderung mudahterjadi bekuan darah
• trombofilia
herediter/ primer: def anti-trombinIII, def protein C & S (untuk produksi factor II, IX, X), fibrinolisis defek, mutasi factor v Leiden (→ inaktivasi factor C), dll
sekunder : imobilisasi, malignansi sisteik, MPD, terapi estrogen (penurunan AT-III & tPA), sindroma antibody antifosfolipid
• trauma endothelial: memacu proses fisiologis hemostasis
• gangguan aliran darah. Pada gangguan jantung, aliran darah Cuma mengalir di 1 daerah cenderung membentuk emboli.misalny pada gangguan atrial fibrillation
b. dampak:
peningkatan fibrin & sel- sel darah → thrombosis
peningkatan degradasi fibrin → peningkatan D-dimer
Misalnya:
• Hipoxia, Iskemik, dan nekrosis
• SVT
• DVT
• Emboli paru
• stroke
c. mekanisme: tergantung di etiologi (liat di atas)
2. edema tungkai +nyeri
etiologi+mekanisme
• jantung
CHF: karena adanya gangguan venous return. pitting edema tanpa nyeri, warna kulit normal
• renal (sindroma nefrotik)
hipoglobulin→ edema anasarka + pitting + (-) nyeri
• hati(HCC)
penurunan produksi lipoprotein yang berikatan dengan globulin → edema + pitting + (-) nyeri
• pembuluh darah (emboli+trombosis)
stasis vena, peningkatan prokoagulan, Ganggguan dinding pembuluh darah → obstruksi vena+ kompresi saraf → edema tungkai unilateral + kulit (ada bagian yang pallor & sianotik)+ non pitting+ eritema+ warmth+nyeri
• wucheria bancrofti
edema tungkai bilateral
dampak:
• gangguan perfusi O2 ke jaringan
• distensi vena superficial
• turgor jaringan meningkat
Simpulan kasus
Mr. XXX / mrs. XXY (biasanya pada ibu hamil)mengalami edema tungkai + nyeri karena anti-trombin menurun yang dipengaruhi oleh factor resiko (indwellin vein catether)& keadaan pasien (pasca operasi ortopedi & umum, hamil, imobilisasi, RPK-RPD pernah trombosis)

Tatalaksana
Tujuan terapi:
• Stop peningkatan thrombus
• Batasi progresivitas edema tumgkai
• Lisis & buang bekuan darah (trombektomi)
• Cegah: disfungsi vena, emboli paru & past-thrombotic syndrome
Medikamentosa & non medikamentosa:
• Antikoagulan
Unfractioned heparin/ low molecular weight heparin
i.v 18 IU/kg BB/ jam → cek trombosit, PTT, APTT meningkat 2x →heparin subkutan
ESO: trombositopenia [heparin- induced thrombositopenia/ HIT], thrombosis arterial, & iskemia
Warfarin [bareng heparin]
Efek: full antikoagulan
Beri di minggu pertama selama 4-5 hari, lalu stop warfarin. Karena efeknya akan overlapping dengan heaparin dan warfarin tidak efektif lagi
• Trombolitik
Tujuan: lisis thrombus
x: streptokinase, urokinase & tPA
kurang efektif untuk cegah emboli paru
• Trombektomi
Bila terdapat:
1. Trombosis vena ileofemoral akut
2. Fistula arteriovena
• Filter vena kava
Untuk DVT Proksimal → cegah emboli paru
Jangan lupa!!!
1. Attitude
2. Komunkasi
3. Sistematika berpikir
i. Komplikasi
• Emboli paru
• Kematian
• Post-thrombotic syndrome
• Trombositopenia
j. Prognosis
Baik bila diagnosis & terapi cepat & tepat serta menggunakan profilaksis
Maaph klo terkesan ga lengkap n asal
Sumber : IPDL UI, Harisson, data kul
thxxxx
xD
Mbak Yulfran,
Sekarang ada Xarelto untuk ngobatin DVT.
Bagaimana dosis penggunaannya? dan berapa lama Xarelto itu harus diminum oleh penderita DVT?
hallo mbak yulfran…….
materinya bagus bgt mbak…..
klo bisa saya mintak kirimin, tentang JALUR proses terjadinya emboli arteri, vena dan paradoksal….
trimakasih….
hallo mbak yulfran…….
materinya bagus bgt mbak…..
klo bisa saya mintak kirimin, tentang JALUR proses terjadinya emboli arteri, vena dan paradoksal….
trimakasih….