Gerakan Stereotipik Pada Anak


F98.4 Gangguan gerakan stereotipik

stereotipik

Pedoman diagnosik

• Merupakan aneka gerakan yang volunter, berulang, stereotipik, nonfungsional (dan bersifat ritmik) bukan merupakan bagian dari suatu kondisi psikiatrik atau neurologis yang dikenal.
• Bila gerakan ini terjadi sebagai gejala dari gangguan lain, hanya gangguan utamanya yang perlu diberi kode diagnosis (F98.4 jangan digunakan).
• Bila gangguan stereotipik berhubungan dengan retardasi mental, kedua tipe tersebut harus diberi kode diagnosis. Gerakan mencolok mata sendiri lazim terdapat di kalangan anak yang mengalami disabilitas visual. Namun adanya disabilitas visual itu bukanlah merupakan alas an yang cukup dnbila terdapat ulah mencook mata dissertai kebutaan (atau buta sebagian), keduanya harusdiberi kode diagnosis, ulah mencolok mata dengan F98.4 dan kondisi visualnya dengan kode gangguan somatic yang sesuai.

a. definisi:
Gangguan pada masa anak-anak yang melibatkan perilaku motorik yang berulang-ulang & non-fungsional, monoton, & involunter yang mengganggu aktivitas normal, melukai diri,& persisten selama 4 minggu.
Contoh:
• melambaikan tangan
• mengangguk-anggukan kepala
• isap jempol
• mengosok- gosok hidung
• nahan nafas
• gigit bagian tubuh sendiri
• gigit kuku

b. epidemiologi
• anak laki-laki > perempuan
• pada anak retardasi mental dan gangguan tumbuh kembang

c. etiologi
bisa terdapat pada anak normal
gangguan fungsional

d. tatalaksana
pada anak normal: tidak diperlukan terapi

e. prognosis
bila jika cepat dikenali & didiagnosis untuk mencegah dampak permanen dari trauma kepala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s